Tim Kurator YouTube Turun Tangan Cegah Konten Negatif untuk Anak-Anak

Dilansir Engadget, Minggu (8/4/2018), menurut BuzzFeed, platform ini berencana untuk mengambil pendekatan yang lebih langsung ke depan dengan merilis versi baru dari aplikasi anak-anak, yang hanya menampilkan video dan saluran yang dipilih oleh tim kurator YouTube

Misteri Asteroid Alien Oumuamua Telah Terungkap

Dilansir dari Express, Oumuamua melakukan perjalanan melalui ruang yang dalam selama jutaan tahun. Oumuamua diketahui sebagai objek pertama dari luar tata surya yang kedatangannya memicu kekhawatiran. Kekhawatiran itu terkait kapal alien yang memindai tanda-tanda kehidupan baru. (Okezone.com)

Tersasar di Mall, Akses Saja Yahoo Maps

Yahoo meningkatkan fitur layanan pemetaannya dengan menambahkan denah dalam ruangan. Sekarang setiap pengguna internet bisa mencari lokasi toko yang berada di dalam sebuah mall dari layanan Yahoo.Hanya tinggal kunjungi situs maps.yahoo.com, pengguna akan mendapatkan denah berbagai pusat perbelanjaan di dunia, stadion, atau tempat-tempat hiburan lainnya. Layanan ini didukung oleh aplikasi pemetaan dari Nokia, HERE Maps, yang sudah lebih dulu menghadirkan layanan serupa.

Robot "Siluman" Bisa Pantau Satwa Liar

CANBERRA - Ilmuwan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO) mengembangkan robot "siluman" yang memiliki kemampuan menelusuri satwa liar. Robot ini dilengkapi dengan empat buah roda

HTC Vive Segera Berjalan Secara Wireless

Untuk menyiasati Wifi yang terkadang tidak stabil, Quark VR memiliki ide untuk menyediakan sebuah pemancar wifi. Pemancar tersebut harus dibawa oleh tiap pengguna agar wifi tetap dapat tersambung. Jika rencana ini cepat terwujud, maka pengguna dapat bernapas lega. Pasalnya, perangkat HTC Vive dikenal memiliki kabel yang cukup panjang, sehingga cenderung menyulitkan pemain. Demikian seperti dikutip dari Motherboard (okezone.com)

Latest Posts

Monday, April 9, 2018

Posted by Yoharmen Arnov On 10:52 AM 0 comments

Masih Marak, Polisi Kembali Tangkap Pelaku Kejahatan Skimming

JAKARTA- Anggota Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro kembali menangkap empat orang warga negara asing (WNA) pembobol data rekening nasabah melalui mesin ATM atau skimming. Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Nico Afinta menyatakan, keempat pelaku WNA itu, berasal dari tiga negara berbeda. Empat orang pelaku, berinisial AVN, YMH (33), IVN (36), dan KIY. "Keempat pelaku berasal dari negara berbeda, dua berasal dari negara Bulgaria, satu dari negara Chile dan satu tersangka dari negara Taiwan," ujar Nico kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2018). Ia menjelaskan, keempat pelaku berhasil ditangkap pada dua lokasi berbeda, di Jakarta dan Jawa Tengah.

Di mana penangkapan dilakukan saat para pelaku melakukan kejahatan di ATM. Selain itu, polisi juga bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank swasta dan satuan tugas (satgas) untuk memberantas kejahatan skimming. "Penangkapan itu, tidak lepas dari bantuan dan beberapa pihak terkait," tuturnya. Sementara itu, Kanit IV Resmob Polda Metro Jaya, AKP Rovan Richard menambahkan, para pelaku itu dalam menjalankan aksinya, tidak perlu waktu lama.

Para pelaku hanya butuh waktu 10 hingga 15 menit. "Para pelaku penarik uang skimming mendapat jatah 20 persen dari hasil kejahatannya," jelasnya. Para pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dan atau pasal 46 jo pasal 30 dan pasal 47 jo pasal 31 ayat (1,2) UU RI No.19 tahun 2016 atas perubahan UU RI No.11 tahun 2011 tentang ITE dan pasal 3,4 dan 5 UU RI No.8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. (muf)
dikutip dari : https://news.okezone.com/read/2018/04/04/338/1881759/masih-marak-polisi-kembali-tangkap-pelaku-kejahatan-skimming

Posted by Yoharmen Arnov On 10:33 AM 0 comments

Ini Cara Tampilkan Dua Akun WhatsApp di Desktop

JAKARTA - Fitur WhatsApp untuk desktop sudah diluncurkan beberapa tahun lalu. Fitur ini memungkinkan pengguna menggunakan akun WhatsApp yang ada di smartphone mereka di peramban desktop. Namun, banyak orang yang merasa kecewa dikarenakan satu peramban ternyata hanya bisa membuka satu akun saja. Ternyata, ada cara untuk menggunakan dua akun WhatsApp sekaligus dalam satu peramban. Caranya pun cukup mudah. Pertama-tama, buka peramban favorit Anda dan kemudian buka situs WhatsApp Web. Setelah terbuka, pindai QR code yang muncul di layar seperti yang biasa dilakukan. Setelah masuk, Anda bisa membuka satu tab tambahan lagi untuk menggunakan akun lain.
Namun bukannya masuk ke laman WhatsApp Web, Anda bisa masuk ke laman berikut http://dyn.web.whatsapp.com, seperti telah dirangkum dari laman Gadgets Now, Jumat (6/4/2018). Setelah masuk ke laman tersebut, maka Anda akan masuk ke laman WhatsApp Web, namun menggunakan jalur alternatif lain. Anda bisa memindai QR code yang tampil, seperti menggunakan WhatsApp Web seperti biasa. Sebenarnya, ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk membuka dua akun WhatsApp secara bersamaan di PC atau laptop Anda. Hal ini dilakukan dengan membuka dua peramban berbeda di saat yang sama.
Namun, cara ini akan lebih membuat pengguna repot dikarenakan mereka harus mengganti peramban secara konstan untuk mengecek pesan masuk dan membuat pesan. Sedangkan jika menggunakan tautan di atas, pengguna hanya harus berpindah tab peramban yang sama. Selain di desktop, sebenarnya para pengguna WhatsApp di smartphone pun bisa menggunakan dua aplikasi yang berbeda secara sekaligus. Biasanya, fitur ini datang di smartphone dengan OS Nougat ke atas atau para vendor menyematkan kemampuan ini di OS hasil racikan mereka. (chn) (kem)
dikutip dari : https://techno.okezone.com/read/2018/04/06/92/1883097/ini-cara-tampilkan-dua-akun-whatsapp-di-desktop

Friday, April 6, 2018

Posted by Yoharmen Arnov On 9:33 AM 0 comments

Menkominfo: Registrasi SIM Card Hindarkan Masyarakat dari SMS Penawaran Kredit

JAKARTA - ‎Menkominfo Rudiantara menjelaskan program registrasi SIM card yang tengah dijalankan pemerintah untuk menghilangkan pesan singkat atau SMS penawaran kredit yang kerap diterima masyarakat pada telepon genggamnya. "Secara umumkan ini program bagus, artinya menghindarkan masyarakat menerima sms-sms yang tidak nyaman," kata Rudiantara di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (2/3/2018). Ia menjelaskan, SMS penawaran kredit maupun kartu kredit saat ini masih banyak diterima masyarakat lantaran masih ada nomor yang belum didaftarkan oleh para penggunanya.

Tawaran kredit, masih ada, karena belum dilakukan pemblokiran. Ini bertahap, kalau sudah bersih datanya, perkiraan itu Mei 2018," ujarnya. Menurut dia, bila nomor SIM card telah didaftarkan maka operator akan mudah melacak alamat maupun data pribadi para pelaku penyebar penawaran kredit.

 "Sekarang kan‎ operator tahunya ini daerah mana, misalnya di daerah Gajah Mada, Jakarta tapi kalau ini (sudah selesai registrasi semuanya) nanti bisa ditelusuri oleh penegak hukum," paparnya. Berdasarkan data hingga 28 Februari, tercatat sudah ada 305 juta lebih pelanggan kartu prabayar yang berhasil melakukan registrasi ulang SIM. Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) mengimbau masyarakat agar menggunakan data yang benar. (kem)
dikutip dari : https://techno.okezone.com/read/2018/03/02/54/1866982/menkominfo-registrasi-sim-card-hindarkan-masyarakat-dari-sms-penawaran-kredit

Posted by Yoharmen Arnov On 9:28 AM 0 comments

87 Juta Pengguna Facebook Bocor, Mark Zuckerberg: Ini Kesalahan Saya

JAKARTA - Pekan ini Facebook semakin menjadi sorotan terkait dengan kebocoran data penggunanya di seluruh dunia. Pengguna di Indonesia termasuk yang menjadi korban kebocoran data tersebut. Diketahui ada sekira 1,2 persen atau sebanyak 1.096.666 pengguna Facebook Indonesia yang menjadi korban kebocoran data. Jumlah ini membuat Indonesia berada di urutan ketiga dalam kobocoran data Facebook tersebut. Mark Zuckerberg, CEO Facebook baru-baru ini seperti diberitakan ABC News mengakui kesalahan perusahaan. "Kami tidak mengambil pandangan yang cukup luas tentang apa tanggung jawab kami. Dan itu adalah kesalahan besar. Dan itu adalah kesalahanku," kata Mark.
Facebook akan mengumumkan kepada pengguna bila informasi mereka telah diberikan kepada pihak lain dengan menambahkan sebuah link pada news feed. Perusahaan juga membatasi akses untuk aplikasi pihak ketiga dan menghapus logs ponsel dan teks setelah satu tahun. Terancam 12 Tahun Penjara Atas kebocoran data pengguna Facebook ini, Menkominfo Rudiantara telah mengungkap bahwa Facebook terancam dikenakan hukuman perdata maupun pidana hingga 12 tahun penjara. "Ada sanksi administratif. Saya bisa mengeluarkan surat peringatan kepada mereka,” ujar Rudiantara pada sebuah sesi wawancara yang dilakukan oleh Bloomberg. Selain sanksi administratif, Rudiantara pun mengaku jika Facebook juga bisa mendapatkan sanksi pidana.
Tak tanggung-tanggung, Facebook pun terancam hukuman kurungan lebih dari 10 tahun dan denda miliaran rupiah. “Hukumannya bisa hingga 12 tahun penjara dan/atau denda hingga Rp12 miliar,” lanjutnya. Baca juga: Data 1 Juta Pengguna Facebook Indonesia Bocor, Kok Bisa? Dalam sebuah pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Facebook melalui laman blog resmi mereka, CTO Facebook Mike Schroepfer mengungkapkan jika data yang telah dibobol mencapai 87 juta pengguna. Baca juga: Capai 2 Miliar, Facebook Jadi Medsos dengan Jumlah Pengguna Terbesar di Dunia Kebanyakan, korban datang dari Amerika dengan total pengguna menjadi korban sekira 70,6 juta, atau sekira 81,6 persen. Sedangkan di urutan kedua ada Filipina dengan jumlah korban mencapai 1,17 juta atau sekira 1,4 persen dari total korban. (kem)
dikutipdari : https://techno.okezone.com/read/2018/04/05/207/1882450/87-juta-pengguna-facebook-bocor-mark-zuckerberg-ini-kesalahan-saya